Universitas Naradipa Indonesia –
Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan Pemerintah Kabupaten Blora resmi menandatangani nota kesepahaman atau MoU untuk mendukung pengakuan Barongan Blora sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Langkah diplomasi budaya ini ditempuh sejalan dengan perjuangan Reog Ponorogo yang juga tengah menempuh jalur serupa, sehingga kedua daerah berkomitmen berjalan berdampingan dalam melestarikan seni tradisi warisan leluhur.
Penandatanganan kesepahaman tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian budaya tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas daerah dinilai sebagai strategi yang lebih efektif untuk memperkenalkan kesenian tradisional Indonesia ke panggung dunia, sekaligus memperkuat posisi kedua kabupaten sebagai penjaga tradisi di wilayah Jawa.
Dua Kesenian, Satu Semangat Pelestarian
Barongan Blora dan Reog Ponorogo memiliki akar budaya yang berdekatan, terutama dalam penggunaan topeng dan tutur gerak yang sarat makna. Keduanya kerap tampil dalam berbagai festival rakyat dan menjadi identitas kultural masyarakat pendukungnya. Karena itu, dukungan Ponorogo terhadap Barongan Blora dipandang sebagai bentuk solidaritas budaya yang wajar dan strategis.
Melalui MoU ini, kedua pemerintah daerah diharapkan dapat berbagi pengalaman dalam menyusun dokumen pengajuan, melakukan inventarisasi, hingga menyiapkan strategi promosi budaya. Pengalaman Ponorogo dalam memperjuangkan Reog Ponorogo menuju UNESCO menjadi modal berharga yang dapat dipelajari oleh Blora dalam mengawal Barongan Blora.
Langkah Menuju Pengakuan Dunia
Pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO bukan sekadar gelar, melainkan pengakuan atas nilai sejarah, sosial, dan spiritual sebuah tradisi. Prosesnya membutuhkan kajian mendalam, dokumentasi yang lengkap, serta keterlibatan aktif masyarakat pendukung agar kesenian tetap hidup dan diwariskan lintas generasi.
Dukungan Ponorogo terhadap Barongan Blora menunjukkan bahwa upaya menuju UNESCO dapat dilakukan secara kolektif. Sinergi ini juga berpotensi memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional, sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif bagi kedua daerah.
Harapan bagi Generasi Muda
Kesepakatan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai kesenian tradisional. Dengan pengakuan yang lebih luas, Barongan Blora dan Reog Ponorogo berpeluang mendapatkan perhatian lebih besar, baik dari pemerintah pusat maupun masyarakat, termasuk dalam hal pendanaan pelestarian dan pengembangan pertunjukan.
Kolaborasi Ponorogo dan Blora melalui MoU ini menjadi contoh nyata bahwa pelestarian warisan budaya tak benda memerlukan kerja bersama. Dukungan terhadap Barongan Blora menuju UNESCO sejalan dengan perjuangan Reog Ponorogo, dan keduanya diharapkan dapat mengangkat nama Indonesia di mata dunia tanpa kehilangan akar tradisinya.



Tinggalkan Balasan