Universitas Naradipa Indonesia –
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan, yang akrab disapa Iwan Bule, menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan faktor strategis untuk memperkuat ketahanan sekaligus kedaulatan Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikannya di Jakarta dengan menyoroti kondisi dunia yang tengah dilanda ketidakpastian geopolitik serta gejolak harga energi global.
Energi sebagai Pilar Kedaulatan Nasional
Menurut Iwan Bule, posisi energi tidak dapat dipandang semata sebagai komoditas ekonomi. Energi menempati ruang strategis yang menentukan sejauh mana sebuah negara mampu berdiri tegak menghadapi tekanan dari luar. Dalam pandangannya, kemandirian energi menjadi fondasi yang memungkinkan Indonesia mengambil keputusan secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan maupun harga dari pasar internasional.
Ia menilai bahwa ketidakpastian geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia berdampak langsung terhadap dinamika harga energi. Gejolak tersebut kerap memunculkan tekanan bagi negara-negara yang masih mengandalkan impor. Oleh karena itu, penguatan kapasitas domestik menjadi langkah yang tidak bisa ditawar jika Indonesia ingin menjaga stabilitas ekonomi dan sosialnya.
Menghadapi Gejolak Harga Energi Dunia
Iwan Bule menyoroti bahwa fluktuasi harga energi global menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi dengan kebijakan yang tepat. Ketika harga dunia melonjak, beban yang ditanggung perekonomian nasional ikut meningkat, mulai dari biaya produksi hingga daya beli masyarakat. Sebaliknya, ketika harga anjlok, sektor energi domestik menghadapi tekanan tersendiri.
Dalam konteks itulah, ia memandang pentingnya strategi yang berorientasi jangka panjang. Kemandirian energi bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan yang harus diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya secara optimal, pengembangan kapasitas pengolahan, serta diversifikasi sumber energi. Dengan begitu, Indonesia memiliki bantalan yang lebih kuat ketika gejolak global terjadi.
Peran Strategis Pertamina dalam Penguatan Ketahanan
Sebagai perusahaan energi milik negara, Pertamina memegang peranan sentral dalam upaya mewujudkan kemandirian tersebut. Iwan Bule menempatkan penguatan ketahanan energi sebagai bagian dari tanggung jawab besar yang diemban perusahaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perusahaan negara, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi prasyarat agar cita-cita kemandirian dapat tercapai.
Ia menekankan bahwa upaya memperkuat kemandirian energi memerlukan konsistensi dan kerja sama lintas sektor. Tidak hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut tata kelola, investasi, teknologi, dan kesiapan infrastruktur. Semua elemen tersebut saling terkait dalam membangun sistem energi yang tangguh dan berkelanjutan.
Dimensi Ekonomi dan Sosial yang Tak Terpisahkan
Lebih lanjut, Iwan Bule mengingatkan bahwa ketahanan energi memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ketersediaan energi yang stabil menopang aktivitas industri, transportasi, dan layanan publik. Sebaliknya, gangguan pasokan dapat memicu gejolak yang merambat ke berbagai sektor.
Karena itu, ia memandang kemandirian sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan nasional. Dengan kemampuan memenuhi kebutuhan energi secara mandiri, Indonesia dapat lebih leluasa menjaga stabilitas harga dan memastikan akses energi bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan memperkuat kedaulatan di bidang ekonomi.
Menatap Masa Depan Energi Nasional
Dalam pandangan Iwan Bule, tantangan ke depan menuntut kesiapan yang lebih matang. Ketidakpastian global diperkirakan masih akan mewarnai lanskap energi dunia. Oleh sebab itu, penguatan fondasi domestik menjadi investasi strategis bagi masa depan bangsa.
Ia menegaskan kembali bahwa kemandirian energi harus menjadi agenda bersama, bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Kolaborasi yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan menentukan seberapa cepat Indonesia mampu mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan langkah yang terarah, ketahanan dan kedaulatan energi nasional dapat terus diperkuat.
Kesimpulan
Pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan faktor strategis bagi ketahanan dan kedaulatan Indonesia. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan gejolak harga energi dunia, penguatan kapasitas domestik menjadi jalan yang harus ditempuh. Melalui sinergi lintas sektor dan pengelolaan sumber daya yang optimal, Indonesia diharapkan mampu berdiri lebih kokoh menghadapi dinamika energi global.




Tinggalkan Balasan