Universitas Naradipa Indonesia –
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Metty Triantika menegaskan bahwa kemandirian pangan di Kabupaten Cianjur hanya dapat terwujud apabila pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat bergerak bersama. Dorongan tersebut disampaikan sebagai upaya mengoptimalkan potensi pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Menurut Metty, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci karena persoalan pangan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Pemerintah desa memiliki peran dalam menyusun kebijakan dan alokasi anggaran, kelompok tani menjadi ujung tombak produksi, sementara masyarakat berperan menjaga keberlanjutan program di tingkat lokal.
Pertanian sebagai Fondasi Kemandirian Pangan
Kabupaten Cianjur dikenal memiliki lahan pertanian yang luas dan beragam komoditas, mulai dari padi, sayuran, hingga tanaman hortikultura. Potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya tergarap secara optimal sehingga masih terbuka ruang besar untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian.
Metty menekankan bahwa penguatan sektor pertanian perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas petani, pemanfaatan lahan secara lebih efektif, serta pendampingan yang berkelanjutan. Dengan begitu, kemandirian pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi terwujud dalam ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan kelompok tani dalam merencanakan program pertanian. Perencanaan yang melibatkan petani sejak awal dinilai lebih tepat sasaran karena kebutuhan di lapangan dapat terpetakan dengan baik.
Peran Pemerintah Desa dan Kelompok Tani
Dalam kerangka kolaborasi tersebut, pemerintah desa diharapkan mampu memfasilitasi kebutuhan petani, mulai dari akses terhadap sarana produksi hingga pendampingan teknis. Kelompok tani, di sisi lain, berperan sebagai wadah organisasi yang memperkuat posisi petani dalam produksi dan pemasaran.
Metty mendorong agar komunikasi antara kedua pihak terus dibangun sehingga program yang dijalankan tidak tumpang tindih. Menurutnya, keterpaduan langkah akan membuat hasil pembangunan pertanian lebih terasa bagi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang menggantungkan hidup pada sektor ini.
Partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Kesadaran kolektif untuk mengelola lahan dan sumber daya pertanian secara bijak dinilai akan memperkuat ketahanan pangan daerah dalam jangka panjang.
Menuju Kemandirian Pangan yang Berkelanjutan
Dorongan yang disampaikan Ketua DPRD Cianjur menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan agenda bersama. Kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diikuti dengan langkah nyata di lapangan.
Dengan pengelolaan potensi pertanian yang lebih optimal, Kabupaten Cianjur diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Sinergi yang terbangun menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kemandirian pangan yang berkelanjutan di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan