PKS Soroti Karhutla: Ancaman Nyata bagi Kesehatan Anak dan Ketahanan Keluarga

Universitas Naradipa Indonesia –

Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Eko Yuliarti Siroj menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan anak dan ketahanan keluarga. Persoalan kebakaran hutan dan lahan dinilai bukan sekadar bencana lingkungan, melainkan ancaman serius bagi kualitas hidup generasi penerus dan stabilitas rumah tangga di wilayah terdampak.

Baca juga:

Dalam pandangannya, dampak karhutla terhadap kesehatan anak dan ketahanan keluarga perlu menjadi perhatian bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Asap yang menyelimuti permukiman dalam waktu lama membuat kualitas udara memburuk dan menempatkan kelompok rentan, terutama anak-anak, pada risiko gangguan pernapasan yang berulang.

Anak sebagai Kelompok Paling Rentan

Eko Yuliarti Siroj menegaskan bahwa anak-anak merupakan pihak yang paling merasakan dampak buruk kabut asap. Sistem pernapasan mereka belum sepenuhnya berkembang sehingga lebih mudah terserang infeksi saluran pernapasan akut, iritasi mata, hingga gangguan kulit. Kondisi ini diperparah ketika aktivitas belajar dan bermain di luar ruangan harus dibatasi dalam waktu yang tidak singkat.

Selain gangguan fisik, paparan asap berkepanjangan juga berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak. Kualitas udara yang buruk dapat menurunkan daya tahan tubuh, mengganggu pola tidur, dan mengurangi konsentrasi belajar. Bagi keluarga dengan anak usia dini, situasi ini menambah beban pengasuhan yang sudah cukup berat.

Beban Ganda bagi Perempuan dan Keluarga

Dari sisi ketahanan keluarga, karhutla menimbulkan beban ganda yang kerap tidak terlihat. Perempuan, terutama ibu, biasanya menjadi pihak pertama yang harus menjaga kesehatan anggota keluarga, menyediakan air bersih, dan mengatur perlindungan di tengah keterbatasan. Ketika asap masuk ke rumah, kebutuhan akan masker, obat-obatan, dan pembersih udara meningkat, sementara pendapatan keluarga belum tentu ikut naik.

Baca juga:

Eko Yuliarti Siroj menilai bahwa tekanan ekonomi dan psikologis akibat bencana asap dapat menggerus ketahanan keluarga. Konflik rumah tangga, kelelahan pengasuhan, dan menurunnya kualitas hidup menjadi risiko yang perlu diantisipasi. Karena itu, ia mendorong agar setiap kebijakan penanganan karhutla turut mempertimbangkan dimensi keluarga, bukan hanya aspek pemadaman dan penegakan hukum.

Dorongan Perlindungan Kesehatan dan Ekonomi Keluarga

Menurut Eko Yuliarti Siroj, perlindungan terhadap kesehatan anak dan ketahanan keluarga harus menjadi bagian tak terpisahkan dari respons terhadap karhutla. Langkah yang dapat ditempuh antara lain penyediaan ruang belajar dan bermain yang aman, distribusi masker dan alat pelindung diri bagi kelompok rentan, serta layanan kesehatan yang mudah diakses di daerah terdampak.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan ekonomi bagi keluarga yang terdampak. Ketika lahan dan sumber penghidupan terganggu, keluarga membutuhkan jaring pengaman sosial agar tidak jatuh ke dalam kemiskinan. Program bantuan yang tepat sasaran, pendampingan usaha, dan akses terhadap kebutuhan dasar dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas rumah tangga di tengah situasi darurat.

Pencegahan sebagai Investasi Jangka Panjang

Lebih jauh, Eko Yuliarti Siroj menekankan bahwa pencegahan karhutla merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Udara bersih dan lingkungan yang sehat adalah hak dasar anak yang harus dijamin. Upaya pencegahan, mulai dari pengelolaan lahan yang bertanggung jawab hingga edukasi masyarakat, perlu diperkuat agar bencana asap tidak terus berulang setiap tahun.

Baca juga:

Ia mengajak seluruh pihak, termasuk organisasi masyarakat, dunia usaha, dan keluarga, untuk mengambil peran aktif dalam melindungi anak dari dampak karhutla. Kesadaran kolektif dinilai penting agar persoalan ini tidak hanya menjadi agenda musiman, tetapi menjadi perhatian berkelanjutan yang menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga.

Kesimpulan

Sorotan PKS melalui Eko Yuliarti Siroj menegaskan bahwa karhutla memiliki dampak berlapis yang melampaui kerusakan lingkungan. Kesehatan anak dan ketahanan keluarga berada di garis depan risiko yang harus ditangani secara serius. Perlindungan kelompok rentan, dukungan ekonomi rumah tangga, dan upaya pencegahan yang konsisten menjadi prasyarat untuk memastikan generasi mendatang tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan keluarga yang tangguh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Quote of the week

"People ask me what I do in the winter when there's no baseball. I'll tell you what I do. I stare out the window and wait for spring."

~ Rogers Hornsby

Designed with WordPress