Universitas Naradipa Indonesia –
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyerukan pentingnya kolaborasi pembangunan Kota Tasikmalaya dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 kota tersebut. Seruan itu menekankan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dicapai secara sepihak, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, usia seperempat abad merupakan titik refleksi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh menuju kesejahteraan warga.
Momentum Refleksi di Usia Seperempat Abad
Peringatan HUT ke-25 menjadi kesempatan bagi Kota Tasikmalaya untuk mengevaluasi capaian pembangunan yang telah diraih sekaligus merancang agenda ke depan. Dalam konteks ini, Wamendagri menilai bahwa kolaborasi pembangunan Kota Tasikmalaya harus menjadi fondasi utama, bukan sekadar slogan seremonial. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri menegaskan dukungannya terhadap upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ajakan tersebut menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari elemen masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan. Dengan begitu, setiap program yang dijalankan dapat menyentuh kebutuhan riil warga dan memberikan dampak yang berkelanjutan.
Fokus pada Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat
Dalam kesempatan itu, Wamendagri menekankan dua hal utama yang menjadi arah pembangunan, yakni kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Kedua aspek tersebut dinilai saling berkaitan. Kemajuan infrastruktur, pelayanan publik, dan perekonomian daerah hanya bermakna apabila mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara nyata.
Oleh karena itu, kolaborasi pembangunan Kota Tasikmalaya perlu diarahkan pada upaya pemerataan manfaat pembangunan. Pemerintah kota didorong untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan kualitas layanan publik, serta membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan.
Peran Pemerintah Pusat dan Daerah
Sebagai bagian dari pemerintah pusat, Kementerian Dalam Negeri memiliki peran dalam membina dan mengawal penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dukungan terhadap Kota Tasikmalaya diwujudkan melalui dorongan agar pemerintah daerah mampu mengelola sumber daya secara efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci agar berbagai kebijakan pembangunan dapat berjalan selaras.
Wamendagri juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada konsistensi pemerintah kota dalam menjalankan program yang telah direncanakan. Di sisi lain, masyarakat diharapkan turut menjaga hasil pembangunan dan berperan aktif dalam proses pembangunan itu sendiri.
Harapan untuk Masa Depan Kota Tasikmalaya
Peringatan HUT ke-25 diharapkan menjadi titik tolak bagi Kota Tasikmalaya untuk semakin maju dan berdaya saing. Dengan semangat kolaborasi, berbagai tantangan pembangunan seperti peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan kesejahteraan warga dapat diatasi secara bersama-sama.
Ajakan Wamendagri menegaskan bahwa pembangunan yang inklusif memerlukan keterlibatan semua pihak. Kolaborasi pembangunan Kota Tasikmalaya menjadi kunci agar setiap langkah pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kesimpulan
Melalui peringatan HUT ke-25, Wamendagri Akhmad Wiyagus mengajak seluruh elemen untuk bersinergi membangun Kota Tasikmalaya dengan fokus pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan warga menjadi fondasi penting agar pembangunan berjalan efektif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Tinggalkan Balasan