Universitas Naradipa Indonesia –
Kota Mojokerto menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali, kota ini berhasil meraih posisi teratas untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan. Capaian tersebut tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah kota dalam mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) selama tujuh tahun berturut-turut, sebuah pencapaian yang menegaskan komitmen kuat terhadap pelayanan kesehatan bagi seluruh warga.
Posisi Teratas dalam Kategori Layanan Kesehatan
Penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali menjadi bukti nyata bahwa upaya pembenahan sektor kesehatan di Kota Mojokerto berjalan sesuai harapan. Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan menilai sejauh mana pemerintah daerah mampu menghadirkan layanan yang mudah dijangkau sekaligus bermutu bagi masyarakat. Kota Mojokerto berhasil menempati urutan teratas, mengungguli daerah lain di wilayah Jawa-Bali dalam penilaian tersebut.
Posisi teratas ini mencerminkan bahwa akses warga terhadap fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, dinilai berjalan baik. Selain itu, mutu pelayanan yang diterima masyarakat turut menjadi sorotan positif dalam penilaian. Dengan demikian, prestasi ini bukan sekadar simbol, melainkan cerminan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh penduduk.
UHC Tujuh Tahun Berturut-turut sebagai Fondasi
Salah satu faktor kunci di balik keberhasilan tersebut adalah konsistensi pemerintah kota dalam menjaga status Universal Health Coverage selama tujuh tahun berturut-turut. Status UHC menandakan bahwa seluruh warga telah terdaftar dan terlindungi dalam sistem jaminan kesehatan, sehingga mereka dapat mengakses layanan medis tanpa khawatir terbebani biaya yang memberatkan.
Mempertahankan UHC selama tujuh tahun bukan perkara mudah. Diperlukan pengelolaan anggaran yang disiplin, koordinasi lintas instansi yang solid, serta pemantauan berkelanjutan terhadap kepesertaan jaminan kesehatan. Keberhasilan mempertahankan status ini menunjukkan bahwa pemerintah kota tidak hanya mengejar capaian sesaat, tetapi membangun sistem yang berkelanjutan.
Konsistensi tersebut juga berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah. Warga yang merasa terlindungi cenderung lebih aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan, baik untuk pengobatan maupun pemeriksaan rutin. Hal ini pada akhirnya mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sadar kesehatan.
Peran Kepemimpinan Wali Kota Ning Ita
Di balik torehan prestasi ini, nama Wali Kota Mojokerto Ning Ita menjadi sorotan. Kepemimpinannya dinilai mampu mendorong sektor kesehatan menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Berbagai kebijakan yang berpihak pada peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan menjadi bagian dari arah pembangunan yang dijalankan.
Kepala daerah memegang peranan penting dalam memastikan program kesehatan berjalan sesuai target. Dukungan terhadap tenaga medis, perbaikan sarana prasarana, serta penguatan sistem jaminan kesehatan menjadi beberapa langkah yang menopang capaian tersebut. Dengan demikian, penghargaan yang diterima bukan hanya hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kepemimpinan yang terarah dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Dampak bagi Warga dan Reputasi Daerah
Prestasi dalam kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan ini membawa dampak positif bagi warga Kota Mojokerto. Layanan yang mudah diakses dan bermutu membuat masyarakat lebih tenang dalam menghadapi kebutuhan kesehatan sehari-hari. Selain itu, pengakuan di tingkat regional turut mengangkat reputasi kota sebagai daerah yang serius dalam membangun kesejahteraan warganya.
Bagi pemerintah daerah, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berbenah. Tantangan ke depan tetap ada, mulai dari pemerataan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang medis. Namun, modal berupa status UHC yang telah bertahan tujuh tahun menjadi pijakan yang kuat untuk melanjutkan perbaikan.
Kesimpulan
Kota Mojokerto berhasil menempati posisi teratas kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali. Keberhasilan mempertahankan UHC selama tujuh tahun berturut-turut di bawah kepemimpinan Wali Kota Ning Ita menjadi fondasi utama capaian tersebut. Prestasi ini diharapkan menjadi titik tolak untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan demi kesejahteraan seluruh warga.




Tinggalkan Balasan